SUBANG || pancegnews || 12/02/26 ||– Isak tangis menyelimuti lorong-lorong RSUD Subang. Tragedi memilukan akibat konsumsi minuman keras (miras) oplosan kembali memakan korban jiwa. Tidak tanggung-tanggung, delapan nyawa melayang dalam waktu singkat, memicu reaksi keras dari pucuk pimpinan daerah.

​Merespons situasi darurat ini, Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, langsung turun ke lapangan. Dengan raut wajah penuh empati sekaligus ketegasan, ia meninjau langsung kondisi para korban yang masih berjuang di ruang perawatan. Tak sekadar berkunjung, Reynaldy membawa pesan peringatan keras bagi para mafia miras di wilayahnya.

​Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran zat mematikan tersebut. Mulai besok, seluruh personel Satpol PP akan dikerahkan untuk menyisir setiap sudut wilayah Subang.

​”Kita akan tegas. Mulai besok, tidak ada lagi kompromi. Satpol PP akan bergerak melakukan operasi besar-besaran untuk menyisir dan memberantas seluruh titik penjualan miras ilegal tanpa terkecuali,” ujar Reynaldy dengan nada bicara yang mantap.

​Langkah ini bukan sekadar gertakan. Bupati mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi intensif dengan Kapolres Subang untuk melakukan pengejaran hingga ke akar-akarnya.

​”Saya sudah koordinasi dengan Kapolres untuk memburu para penjual dan dalang di baliknya. Ini adalah bentuk perlindungan nyata pemerintah. Kami tidak ingin ada lagi keluarga yang harus kehilangan orang tercinta karena racun ini,” tambahnya.

​Bagi Reynaldy, miras oplosan bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan ancaman serius terhadap keselamatan publik dan masa depan generasi muda. Tragedi ini menjadi momentum titik balik bagi Kabupaten Subang untuk melakukan pembersihan total.

​Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menjadi penonton. Peran aktif warga dalam melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing sangat krusial.

​”Miras oplosan adalah musuh bersama. Saya mengimbau masyarakat: jangan diam. Laporkan jika ada aktivitas ilegal. Mari kita bersama-sama mewujudkan Subang yang lebih aman, lebih sehat, dan bermartabat,” tegasnya menutup pernyataan.(Red/v)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *